BROKEN HEART


 Broken Heart atau hari yang hancur seing kali kita dengar sebagai sesuatu yang berhubungan dengan “PUTUS CINTA”. Putus cinta itu sering dialami oleh semua orang yang pernah merasakan dikhianati, di kecewakan, di duakan oleh pasangannya, tidak disetujui oleh orang tua, dan sebagainya. Biasanya putus cinta ini rentan dialami oleh orang yang berusia sekitar 17 tahun keatas, sedangkan yang masih dibawah 17 tahun sebenarnya itu bukan merupakan pacaran itu hanyalah cinta monyet. Tapi tidak jarang juga kita temukan di jaman sekarang anak pada usia belasan tahun bahkan dibawah usia belasan sudah memberanikan diri untuk berpacaran.

 Menurut saya itu tidaklah baik, diumur seperti itu masih rentan akan namanya pacaran yang main-main.lagipula diumur yang seperti itu seharusnya mereka belajar untuk menggapai ilmu dan meraih cita-cita mereka untuk mau jadi apa mereka ke depannya. Tak jarang juga kita temui bahwa diusia yang belia wanita banyak yang sudah tidak lagi perawan. Dan ini akan menimbulkan generasi-generasi yang dapat merusak bangsa. Untuk daripada itu sudah seharusnya kita yang menyadari akan hal tersebut seharusnya ikut mengantisipasi akan terjadinya hal tersebut kepada anak-anak.
Di dalam menjalani sebuah hubungan pasti ada yang namanya cemburu atau iri, dan sebagainya. 

Mengapa kita cemburu? Dan kenapa Cemburu itu harus ada di dalam kehidupan berelasi? Menurut saya cemburu itu adalah sebuah rasa yang normal yang dirasakan dari seorang manusia ketika mereka mendapati pasangannya berjalan dengan orang lain dan sebagainya. Dikarenakan rasa tersebut dapat menandakan kita bahwa kita mempunyai orang yang kita sayangi dan cintai. Dan karena itu juga harus ada cemburu didalam kehidupan kita agar kita menyadari kita sudah memutuskan untuk hidup bersama dengan orang yang kita sayangi mengapa kita tidak menjaganya dengan baik. 

Hari minggu tanggal  februari 2017, saya mendapatkan sebuah tips dari gereja saya yang menyatakan bahwa:

  1.  Ketika kita mengalami putus cinta, seharusnya kita tidak menyerah dengan meninggalkan Tuhan, melainkan “Mendekatkan Diri Dengan Tuhan”. Itu yang terpenting.
  2. Mulailah untuk selalu senantiasa ikut di dalam persekutuan atau ibadah. Agar kita bersama dengan teman kita yang dapat saling menguatkan dan dapat membangun kehidupan rohani.
  3. Janganlah takut untuk gagal. Sebuah quotes menyatakan bahwa “Kegagalan merupakan sebuah kesuksesan yang tertunda”. Ketika anda gagal dalam menjalin sebuah relasi dengan pasangan anda, jangan terlalu lama dalam bersedih, kecewa, putus asa, dan sebagainya. Karena sesungguhnya Tuhan punya banyak cara untuk memberkati kita, mungkin ketika kita putus Tuhan mau berkata aku telah menyediakan pasangan yang terbaik untukmu.
  4. Bersyukurlah dalam segala hal, itulah kunci kesuksesan. Bersyukur walaupun gagal dan terus bahagia.
 

Saudara perlu kita ketahui Broken Heart bukanlah akhir dari segalanya, ingatlah hidupmu masih terus berlanjut dan tidak berhenti di hari itu juga. Maka sudah seharusnya kita membuat dan memakai waktu kita untuk sama-sama berbahagia dan melakukan apa yang menjadi cita-cita dan harapan kita. Semoga artikel ini dapat membantu kita dan memberikan kita semangat dalam menjalani kehidupan ini.

Komentar

Postingan Populer